Alkisah terdapat seorang santri teladan yang baru saja lulus pesantren di madrasah aliyah  dengan predikat jayyid jiddan (Sangat Baik). Dia pun berencana merantau ke Jakarta.

Saat tiba di Stasiun Kebayoran, dia melihat kerumunan orang. Rupanya telah terjadi kecelakaan. Dengan penasaran dan rasa keingintahuan yang sangat, maka dia pun memutuskan untuk ikut menonton lebih dekat.

Namun ternyata kerumunan itu terlalu berjubel sehingga ia tidak bisa melihat korban dengan jelas, apalagi postur tubuhnya yang memang kecil. Jadi, jangankan mendekat, untuk melihat korban saja sulit. Berhubung karena merupakan santri berotak cemerlang, maka dia tidak kurang akal dan langsung berteriak-teriak sambil pura-pura panik.

“Saya keluarganya.. Saya keluarganya.. Minggir.. Tolong minggir !” teriaknya sambil mengacungkan jari dan mendesak maju menerobos kerumunan orang-orang tersebut.

Orang-orang pun memandanginya, dan ternyata si santri memang berhasil. Mereka langsung memberi kesempatan kepada santri itu untuk menghampiri korban kecelakaan. Santri itu pun langsung mendekati korban kecelakaan. Dan, betapa terkejutnya ketika dia melihat dengan jelas korban kecelakaan yang diakuinya sebagai keluarganya itu ternyata adalah seekor KERBAU!

#just smile :-)

Sumber:
http://ketawa.com/2010/10/18/6878-santri-cerdik-dan-seekor-sapi.html diakses hari Minggu, 7 April 2013, 01:11 WIB