KASIH SAYANG IBU DARI MASA KE MASA…Saat kau masih di dalam rahimnya, engkau selalu dibawa kemana-mana saat ibumu pergi.

Saat kau sudah lahir ke dunia, dia menggendongmu dan merawatmu penuh kelembutan.

Saat kau kanak-kanak, dia selalu mengantarmu dan mendampingimu kemana kamu pergi.

Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.Gambar

Saat kau berumur 16 tahun, dia mendaftarkanmu ke SMA favorit pilihanmu.
Sebagai balasannya, kau malas belajar dan bermain dengan teman-temanmu.

Saat kau berumur 17 tahun, dia memberikan kado ulang tahun yang spesial untukmu.
Sebagai balasannya, kau menganggap kado itu biasa saja dan tidak bermanfaat.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?”
Sebagai balasannya, kau jawab, “Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”

Saat kau berumur 21 tahun, dia menuruti dan mengabulkan segala permintaanmu untuk mendukungmu saat kau sedang menyusun skripsi.
Sebagai balasannya, kau tidak serius mengerjakan skripsimu dan menunda skripsimu.

Saat kau berumur 22 tahun, dia bertanya, “Kapan kau lulus kuliah nak? Ibu ingin melihat kau di wisuda.”
Sebagai balasannya, kau jawab, “Saya pusing dengan perkataan yang selalu ibu ucapkan itu!”

Saat kau berumur 23 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi dan meraih gelar Sarjana.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa dibelikan mobil.

Saat kau berumur 24 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan, “Aku tidak ingin seperti Ibu.”

Saat kau berumur 25 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau mengeluh betapa jeleknya furniture itu.

Saat kau berumur 26 tahun, dia mencarikan jodohmu karena khawatir anaknya terlambat menikah.
Sebagai balasannya, kau menjawab, “Ibu, saya bisa mencari sendiri kok, yang lebih baik dari pilihan ibu.”

Saat kau berumur 27 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh, “Bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”

Saat kau berumur 28 tahun, dia mambantumu membiayai pernikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Saat kau berumur 29 tahun, dia memperhatikan perkembangan janin yang ada dalam rahim istrimu yang sedang mengandung.
Sebagai balasannya, kau berkata, “Sudah ibu tidak perlu repot-repot memperhatikan, karena istriku sudah tahu bagaimana cara mengurus kandungannya dengan baik”.
Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya, “Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan acara salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab, “Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”

Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau merasa risih kepada orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan untuk membahagiakan ibumu, karena dia datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.